Employee Satisfaction at Heart

 

Sudah menjadi rahasia umum kalau kita mengintip ke dapur belakang dalam sebuah hotel, kita tidak lagi terkejut ketika melihat medan pertempuran yang sebenarnya tidak perlu diperangi, seperti furnitur rusak, linen yang kotor, dinding yang sudah babak belur, dan karyawan dengan raut wajah seperti belum melihat cahaya matahari selama satu tahun.

Di sisi lain, hotel menghabiskan milyaran rupiah untuk merancang lobby dan kamar tamu supaya merasa hangat dan welcoming, tetapi justru daerah karyawan mereka sendiri akhirnya terabaikan. Hmm, ada apa dengan standar ganda seperti ini

Memang sudah jelas bahwa pengalaman tamu adalah prioritas utama, tapi pernahkah Anda berpikir bagaimana dengan pengalaman karyawan Anda sendiri “Jika Anda memperlakukan staf Anda dengan baik, maka mereka akan memperlakukan pelanggan Anda dengan cara yang sama,” kata Sir Richard Branson, pendiri Virgin Group. Jika karyawan tidak merasa dihargai, pelayanan mereka kepada tamu pun tidak akan maksimal.

TIPS: Upload foto terbaru properti Anda di Klikhotel SMS — Anda akan tercengang betapa foto sangat menentukan! (instructional video)

 

 

UPLOAD FOTO SEKARANG

 

 


Hubungannya dengan Teknologi

img-smartphone-klikhotelHal yang sama dapat dikatakan juga dengan teknologi. Hotel berinvestasi dalam teknologi baru demi meningkatkan kepuasan tamu, seperti electronic door-lock dan mobile app, tetapi sesekali cobalah intip belakang kantor Anda, mungkin Anda akan langsung memasuki tahun 80-an lagi.

Entah itu PMS, POS, CRM atau software lainnya, karyawan dipaksa tetap menggunakan sistem yang kompleks dengan desain yang rumit dan jadul, ini dapat berakhir degan menurunnya produktivitas dan bahkan mengurangi kepuasan kerja.

 

KLIKHOTEL BOOKING BUTTON

 

 

 

 

 


Mari renungkan hal berikut ini

Berapa banyak tamu yang harus dibuat menunggu sementara karyawan me-navigasi sistem yang rumit dan jadul dalam mencari informasi yang dengan teknologi hari ini seharusnya dapat dilakukan dengan jauh lebih cepat Lalu, seberapa sering para manajer akhirnya terlambat untuk pertemuan karena mereka harus membuat laporan spreadsheetsecara manual dengan ratusan titik data–meskipun mereka tau yang Anda lihat akhirnya hanyalah metrik kuncinya saja .

Okelah, contoh diatas mungkin digambarkan terlalu ekstrim, tetapi kita harus mengakui justru hal-hal diatas umum ditemukan pada industri hotel di negara tercinta ini.

Sementara desain hotel terus ber-inovasi menjadi lebih tematik dan lebih minimalis, teknologi hotel harusnya jangan dilupakan, bukanTanpa berpikir untuk ber-investasi dalam teknologi baru, hotel terus memberikan fitur dan fasilitas baru di atas sistem yang makin lama makin jadul, yang akhirnya membuat kinerja karyawan Anda semakin lambat, semakin berat, dan tidak sedap dipandang.

Terutama karyawan muda yang sejak kecil sudah tumbuh dalam lingkungan dan dunia yang sarat teknologi, ketika mereka mulai bekerja dengan semangat juang 45, malahan dipaksa untuk bergelut dengan sistem jadul yang memusingkan dan memerlukan proses belajar lama yang jauh dari kata efisien. Sementara itu, manajemen atas bertanya-tanya mengapa staf hanya menggunakan 10% dari kemampuan sistem! Ironis

Baiklah, sekarang Anda memutuskan untuk mulai ber-investasi dalam teknologi baru, jadi apa saja yang harus dijadikan bahan pertimbangan Karena kita pun harus fair, bahwa teknologi baru itu tidaklah murah.

Kebanyakan hotel akhirnya membuat keputusan berdasarkan daftar fitur dibandingkan dengan harga, sementara usability dan desain software kurang diperhatikan atau bahkan kurang dianggap oleh hotel. Padahal dua faktor tersebut tidak kalah pentingnya:

  1. Desain yang baik seharusnya tidak obtrusive. Software yang memiliki desain yang baik secara alami akan memandu pengguna mengenai apa yang mereka ingin lakukan, bukan dibawa memutar-mutar dalam menu yang makin lama makin memusingkan. Dapat mengantisipasi tujuan user, sekaligus cukup fleksibel untuk memecahkan berbagai masalah yang berbeda. Dengan cara ini, program ini dirancang untuk kemudahan penggunaan, simpel dan efektif.
  2. Perlahan tapi pasti, desain software yang seperti ini mulai memasuki software untuk dunia perhotelan juga. Pelaku bisnis perhotelan menyadari bahwa desain yang baik & efektif akan dapat membuat karyawan bergerak lebih cepat dan produktif. Software yang tidak membutuhkan waktu lama untuk dipelajari = staf Anda memiliki lebih banyak waktu untuk mengurus tamu.

pc


Mari pahami lebih jauh

mobileNamun teknologi software perhotelan harus lebih dari sekedar antarmuka yang cantik. Perlu efektivitas dan fungsional yang tinggi, yang dapat membimbing user untuk apa yang penting tanpa terlalu menyederhanakan, tetapi mampu menampilkan data yang diperlukan tanpa over-complicating.

Kebanyakan hotel akhirnya membuat keputusan berdasarkan ​​​daftar fitur ​dibandingkan dengan harga, sementara ​usability dan ​​desain ​software kurang ​diperhatikan​ atau bahkan kurang dianggap oleh hotel.​  Padahal dua​ faktor tersebut tidak kalah pentingnya:

    1. Pengalaman Pengguna (User eXperience / UX ). Apakah karyawan akan menikmati ketika mereka menggunakan sistem atau menghindarinya? Seberapa cepat mereka akan belajar itu? Berapa banyak dari kemampuan mereka akan digunakan?
    2. Antar muka (User Interface / UI ). Apakah desain antar muka kompleks dan berantakan? Atau sederhana dan intuitif? Apakah antar-muka menyajikan informasi tambahan ketika dibutuhkan untuk memudahkan akses?
    3. Kustomisasi (Customizability). Dapatkah sistem dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan unik hotel Anda? Bagaimana akses dan navigasinya dari perangkat mobile, tablet, dan komputer desktop/laptop?
    4. Integrasi. Apakah sistem dapat blend dengan baik dengan aplikasi lain, yang memungkinkan integrasi data dari berbagai sumber? Apakah fitur baru yang terus ditambahkan dari waktu ke waktu dapat terus mempertahankan kemudahan?

Ketika data yang tepat disajikan dengan cara yang benar, itu dapat membuat user lebih mudah dalam mengelola, sehingga mereka dapat fokus pada apa yang harus mereka lakukan dengan baik, yaitu memberikan pengalaman terbaik untuk tamu.

Agar tetap kompetitif, hotel harus menyediakan alat-alat dan teknologi yang efisien, mudah digunakan, dan tidak menguras resource sistem.

Hotel yang tidak beradaptasi dengan gelombang baru dalam investasi ini akan kehilangan karyawan, dan akhirnya tamu, dan akhirnya bagian terpenting: pangsa pasar

Jadi, mari mulai intip di balik tirai administrasi back-office hotel Anda, apakah Anda melihat kesan kantor tahun 80-an? Atau suasana kerja yang efektif, lincah & cepat sesuai dengan kualitas yang ditawarkan oleh teknologi hari ini?